Pengikut

Assalamualaikum Dan Selamat Datang Ke Blog Dakwah For You

Sadness




" The Sadness Kind Of Sad Is The Sad

Had Tries Not To Be Sad .

You,When Sad Try To Bite

Its Lip and not Cry and Smile

And Go , "No,I'm Happy For You "

Thats Mean Its Really Sad "


~ John Mayer ~

Don't Break Someone








" Before You Break Someone Heart

Make Sure You Are 

Not In IT ... "

smile :)



"Keep Smilling And One Day
 
Life Will Get Tired Of

Upsetting You ... !  :) "

Kisah Lucu Juha Al-Kufi




Pada suatu hari, Abu Bakar Al-Kalbi pergi ke Kufah untuk menemui seorang Hakim. Sebaik sampai di sana, dia berjumpa seorang lelaki yang sedang duduk berjemur di bawah panas matahari.

“Wahai tuan, di manakah rumah tuan hakim?” tanya Abu Bakar Al-Kalbi kepadanya.

“Di belakangmu,” jawab lelaki itu.

Abu Bakar berpatah balik ke belakang untuk mencari rumah yang dimaksudkan.

Tiba-tiba lelaki itu menegur, “Subhanallah, mengapa engkau berpatah balik ke belakang?”

“Tuan kata di belakangmu, jadi saya berpatah balik ke belakanglah,” jawab Abu Bakar dengan jujur.

“Dengarlah kataku ini wahai saudara. Ikramah meriwayatkan kepadaku dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah iaitu surah Al-Kahfi, ayat 79 yang bererti, ‘Kerana di belakang mereka ada seorang raja yang mengambil setiap perahu dengan paksa.’ Ikramah berkata, di belakang mereka maksudnya di hadapan mereka,” kata lelai itu. Barulah Abu Bakar Al-Kalbi faham rumah tuan hakim yang dicari ada didepannya.

“Subhanallah” kata Abu Bakar kerana kagum. Kemudian dia bertanya, “Tuan ini siapa?”

“Abul Ghusn,” jawabnya.

“Nama yang sebenar?” tanya Abu Bakar lagi.

“Juha,” jawabnya.

Restu Ibu Imam Shafie

Sejak kecil, Imam Syafie telah hafal al-Quran dan banyak hadis. Jika mendengar ada guru datang mengajar, dia segera pergi bagi menimba ilmu. Ketika berusia 14 tahun, Imam Syafie menyatakan hasrat kepada ibunya tentang keinginannya untuk merantau bagi menambahkan ilmu.
Pada mulanya, ibunya merasa berat untuk melepaskan kerana Syafie adalah satu-satunya harapan ibunya untuk menjaganya di hari tua. Demi ketaatan dan kasih sayang Syafi'e kepada ibunya, dia membatalkan keinginannya itu. Akhirnya ibunya mengizinkan Syafi’e merantau bagi menambah ilmu

Keutamaan majelis zikir




   Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: 


Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka. (Shahih Muslim No.4854)


Larangan mengharapkan kematian karena musibah yang menimpa




  Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: 


Rasulullah saw. bersabda: Janganlah seorang di antara kamu mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya dan apabila dia memang harus mengharapkan, sebaiknya dia berkata: Ya Allah! Hidupkanlah aku selama kehidupan itu yang terbaik bagiku, dan matikanlah aku jika kematian itu yang terbaik bagiku. (Shahih Muslim No.4840)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...